Naskah Drama Pendek Bertema Keluarga 5 Oarng

SUARA SASTRA - Naskah Drama Pendek  Bertema Keluarga 5 Oarng 
Teman - teman pada kali ini SUARA SASTRA akan berbagi lagi Naskah Drama terbaru di tahun 2022.
Naskah Drama yang kita bagikan pada kesempatan kali ini yaitu naskah drama bertema keluarga dengan diperankan oleh 5 orang. Selamat membaca ya

Naskah Drama Pendek  Bertema Keluarga 5 Oarng
Naskah Drama Pendek  Bertema Keluarga 5 Oarng - SUARA SASTRA



JANGAN MIMPI, JAKA JEKI & JENI !!!
Karya : Nurhapipah

Di sebuah pinggiran kota metropolitan hiduplah sebuah keluarga kecil yang hidup sangat sederhana, Jaka anak sulung dari tiga bersaudara adalah seorang laki-laki lajang berusia 29 tahunan, usia yang sudah cukup untuk hidup mandiri harusnya namun nyatanya tidak seperti itu Jaka masih bergantung kepada kedua orang tuanya dan parahnya lagi Jaka belum mempunyai pekerjaan. Hidupnya diisi dengan luntang-lantung tak menentu kesana kemari tak jelas akan kemana tujuan si bujang lapuk itu. Jaka mempunyai adik yang kembar yang bernama Jeki dan Jeni yang berusia 17 tahunan. Walaupun mereka kembar namun sikap mereka sangatlah berbeda jauh. Jeki adalah seorang anak laki-laki yang memiliki sikap penyayang, lembut, dan agak keperempuanan bukan berarti dia bencong tetapi hanya sikap dialah yang menunjukan keambiguan jati dirinya. Sebaliknya Jeni adalah adik perempuan Jaka yang memiliki sikap tomboy dan agak keras. Seperti pinang dibelah dua, sepertinya ungkapan tersebut tidak berlaku bagi mereka. Ketiga insan itu bukan tidak mensyukuri hidupnya yang terlahir di keluarga sederhana namun mereka bertiga selalu berharap ada keajaiban yang mengubah hidupnya dan inilah kisahnya.

Disuatu malam yang menunjukan pukul 20.00, disebuah rumah kecil bapak emak dan ketiga anaknya berbincang-bincang di sebuah ruang tamu yang tidak begitu luas.

Bapak : Jaka, kamu mau sampai kapan menganggur seperti ini apa kamu tidak kasian melihat bapak dan emak yang hari demi hari semakin tua dan renta. (ungkap Bapak dengan mengelus-nggelus kepalanya)
Jaka : Yah mau gimana lagi pak, bukannya Jaka tidak mau membantu Bapak tapi jaman sekarang ini mana ada sih yang mau mempekerjakan yang hanya lulusan SMA kaya Jaka. ( jawab Jaka dengan penuh kepasrahan)
Bapak : Iya iya Bapak juga ngerti tapi kan setidaknya kamu mencari sedikit peghasilan kecil-kecilan lah buat jajan kamu sehari-hari...
Jaka : Iya ini juga lagi usaha pak !
Emak : Sudah... sudah... ini ada singkong rebus buatan emak pasti enak (ungkap Emak dengan penuh percaya diri)
Jeki : Emakkkkk, Jeki mau singkong rebus buatan Emak singkong rebus buatan Emak paling enak sedunia (sahut Jeki dengan lembut).
Jeni : Seenak-enaknya singkong rebus ya tetep aja singkong rebus dan rasanya ga bakal bisa ngalahin rasa pizza, burger, daging sapi, dan daging ayam (balas Jeni dengan sedikit ketus)
Jaka : Sudahlah, nanti abang beliin kalau kamu pengen makan makanan itu tuh yang tadi kamu sebutin tapi nanti kalau abangmu ini sudah punya uang yang banyak.
Jeni : Mimpi... kapan kali abang bisa punya uang banyak pekerjaan saja sekarang belum punya, coba saja kita terlahir dari keluarga kaya raya pasti kita makan makanan yang enak terus setiap hari, bisa jalan-jalan, bisa belanja ini itu melakukan apa aja yang kita mau
Emak : Husssss, jangan ngomong begitu harusnya kamu bersyukur dengan keadaan kita sekarang kita masih bisa berkumpul makan bareng dan belum tentu orang kaya bisa merasakan kebersamaan seperti kita sekarang ini karena kesibukan mereka yang memfokuskan mencari uang dan lupa daratan. (sahut Emak membalas argument Jeni)
Jeki : Iya juga yahhh coba kita jadi anak orang kaya... (jawab Jeki sambil menopangkan tangannya ke dagu)
Bapak : Hmmmm.... Jeni, sudahlah nikmati saja hidup kita yang seperti ini, sudah malam mending kalian masuk kamar dan tidur sana. (ungkap Bapak sedikit tegas)
Jaka, Jeki & Jeni : Iya bapakkkkkkkkk....

Setelah berbincang-bincang merekapun kembali ke kamar mereka masing masing Emak dan Bapak sudah memasuki kamar, Jaka Jeki dan Jenipun menyusul ke kamar mereka masing-masing tak lama kemudian merekapun terlelap.

Tok tok tok suara pintu berbunyi Kakek tua : Assalamualakum... Pintu rumah dibuka oleh Jaka
Jaka : Waalaikumsalam, Kakek siapa ya dan ada perlu apa ke rumah saya? (tanya Jaka dengan agak heran)
Kakek tua : Kamu Jaka ya? Mana Jeki dan Jeni?
Jaka : Jeki... Jeni.... sini kalian !
Jeki : Ada apa sih bang ganggu tidur aku aja ( ungkap Jeki sedikit cemberut)
Jeni : ada apa sih lu bang!
Kakek tua : Jaka, Jeki, Jeni sebenernya Kakek ini adalah Kakek kalian bertiga maksud dan tujuan Kakek kesini untuk memberitahu kalian tentang harta warisan Kakek untuk kalian bertiga yang meliputi uang 5 milyar, tanah 5 hektar, mobil, rumah lantai tiga, sawah, dan sedikit perusahaan yang bercabang-cabang dimana-mana..
Jaka, Jeki & Jeni : Haaaaaaaaaaaahhhhhhhh,... jawab ketiga anak itu dengan kaget.
Jaka : Serius kek?
Kakek tua : Iya serius, berhubung Kakek sudah tua jadi Kakek tidak bisa lagi mengurus semua itu, untuk itu Kakek berikan semuanya kepada kalian.
Jeki : Woooooowwwwww, kita kaya bang yeeee kita bisa jalanjalan makan enak, belanja-belanja horeeeee... (ungkap Jeki dengan penuh kegembiraan)
Jeni : Gue gak mimpi kan ini bener buat kita kek? (tanya Jeni karena tidak percaya)
Kakek tua : Iya, ya sudah kakek mau pamit dulu ya nanti kalau kalian ada waktu datanglah ke rumah kakek.
Jaka, Jeki & Jeni : Siap kekkkkkkk, terimakasih Kakek

Aura Lama kelamaan sosok renta tersebut menghilang, kebahagiaan sangatlah nampak jelas terlihat dari ketiga anak tersebut. Lalu ketiga anak tersebut memutuskan untuk kembali kamar mereka masing-masing dan tak sabar menunggu esok hari untuk bersenangsenang.
Pagi buta ketika sang pembangun mimpi telah mengeluarkan suara merdunya disambut dengan suara merdu ibu yang rajin untuk membangunkan ketiga anaknya.

Ibu : Jaka, Jeki, Jens bangunnnnnnn udah jam berapa ini ! (Teriak Emak dengan sekencang mungkin membangunkan ketiga anaknya)

Ketiga anak itu terbangun dari tidur singkatnya dan dengan terheran-heran, mencari-cari, dengan sedikit kegaduhan mereka bertiga menghampiri Bapak dan Emak yang sedang mengobrol santai diruang tamu.

Jaka : Mak, semalam ada Kakek tua yang kesini kan?
Jeki : Iya mak Kakek kita yang bawa harta warisan untuk kita....
Jeni : Iya mak Jeni gak sabar mau makan enak mau belanja mau ke rumah baru dan pake mobil baru nih..
Emak : Astagfirullah... (mengelus dada) kalian bertiga itu kenapa dari semalem sampe pagi buta ga ada satupun orang yang bertamu ke rumah kita
Bapak : Iya nak, soal Kakek kalian kan sudah meninggal beberapa tahun lalu lagian juga Kakek kalian itu hanya seorang petani kecil dan gak mungkin punya harta warisan yang kalian sebutkan tadi..
Emak : Itu hanya mimpi, mana mungkin kita jadi kaya raya dalam sekejap mata. (ungkap Emak dengan tegas)!!!!! (ungkap Emak dan Bapak & Emak : Jangan mimpi kalian Bapak dengan senyum-senyum penuh kelucuan)
Jaka, Jeki & Jeni : Yah ternyata itu cuma mimpi, kapan yah kita bisa seperti itu rmm
Emak : Sudah, kalian mandi sana sudah siang Jeki Jeni kalian buru siap-siap kesekolah nanti kesiangan!
Jeki & Jeni : Iya mak....

Kebahagian Jaka Jeki dan Jeni ternyata hanya mimpi belaka. Jaka Jeki dan Jeni mulai tersadar bahwa sesuatu yang mereka dapatkan tidaklah nyata, setelah kejadian itu Jaka Jeki dan Jeni sadar betul bahwa tidak mungkin kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan dengan hanya sekejap mata.

TAMAT


TENTANG PENULIS
Nurhapipah lahir di Tangerang, 27 Agustus 1995. Penulis menyelesaikan Sekolah Dasar di SDN 1 Bunar, menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 2 Balaraja, dan menyelesaikan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 19 Kabupaten Tangerang. Pada tahun 2013 melanjutkan studi pada program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh.

Nah, itulah teman - teman Naskah Drama Pendek  Bertema Keluarga 5 Oarng  dari SUARA SASTRA
Semoga bermanfaat ya