Cerpen Persahabatan, Cinta dan Kesuksesan

SUARA SASTRA - Cerpen Persahabatan, Cinta dan Kesuksesan. Teman - teman yang berbahagia, berikut ini SUARA SASTRA akan berbagi lagi cerita pendek yang pastinya menarik untuk dibaca. Cerpen pada kali ini yaitu Cerpen Persahabatan, Cinta dan Kesuksesan. Selamat membaca ya ...


Cerpen Persahabatan, Cinta dan Kesuksesan
Cerpen Persahabatan, Cinta dan Kesuksesan


PERSAHABATAN HANCUR KARENA CINTA

Salah satu hal yang bisa membuat seseorang lupa akan segalanya yaitu Cinta. Cinta membuat kita rela berkorban apa pun yang kita miliki. Untuk wanita, menurutku lebih baik mencintai daripada dicintai. Jangan berharap seseorang yang belum tentu mencintai kita, tetapi terima orang yang mencintai kita apa adanya. Karena mencintai tanpa dicintai seperti olahraga dengan jangka waktu lama tetapi tidak membuat kurus. Karena itu belajarlah mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Aku Windy, siswa kelas lX. Dulu aku selalu menolak dan mengabaikan orang-orang yang menyatakan cintanya kepadaku. Tetapi sekarang justru aku yang selalu diabadikan oleh orang yang aku cintai. Aku suka dengan temanku, namanya Dimas , dia merupakan sahabat dekatku sejak lama. Awal diriku suka dengannya berawal saat aku kenalan dengannya dan berteman cukup akrab dan lama-lama dekat, sehingga sekarang diriku jatuh cinta. Oh iya, aku punya teman bernama Ririn, dia temanku sejak SMP. Sedangkan Aku, Ririn, dan Dimas sudah berteman dekat sejak masuk SMP Suatu waktu aku melihat Ririn dan Dimas bercanda bersama dan mereka terlihat akrab seperti orang pacaran. Jujur, akupun cemburu melihatnya tetapi aku masih menyembunyikan kecemburuan itu didepan Ririn. Tetapi lama-lama rasa yang terpendam ini ingin dikeluarkan, akhirnya aku memutuskan untuk cerita ke Ririn tentang perasaanku ke Dimas. “rin, aku mau ngomong sesuatu nih, tapi jangan ngomong ke siapa-siapa ya” “Kamu mau ngomong apa win?” tanya Ririn. “Jujur aku suka dengan Dimas sejak lama, dan aku cemburu saat kamu dekat sama Dimas!” Jawabku. “Kamu suka sama Dimas? Serius win?” Tanya Ririn. “Iya, tapi kamu jangan bilang ke Dimas ya” Ucapku. “Iya, maaf sebelumnya kalau aku udah bikin kamu cemburu” Jawab Ririn “Oke” Jawabku. 

Semakin lama aku semakin dekat dengan Dimas, tetapi aku perhatikan bahwa Dimas tidak akan pernah jatuh cinta denganku. Walau seperti itu, aku tetap berjuang sepenuh hati. Dan ternyata Ririn juga suka dengan Dimas. Aku mengetahui kalau Ririn suka dengan Dimas ketika aku membaca buku diary Ririn. Disana tertulis curhatan Ririn tentang perasaannya ke Dimas. Akupun merasa kecewa setelah membaca buku diary tersebut, karena sahabat baikku ternyata suka dengan cowok yang sama denganku. Tetapi aku berpikir, rasa suka itu berhak untuk siapapun. Saat di taman sekolah, aku melihat Ririn dan Dimas sedang mengobrol. Mereka terlihat lebih serius daripada biasanya, aku pun penasaran dan menguping percakapan mereka dibalik pohon. “Ririn, aku suka sama kamu, kamu mau ngga jadi pacarku?” Tanya Dimas. Ririn kaget sekaligus bingung mendengar pertanyaan itu. Tetapi pada akhirnya Ririn menerima tawaran itu dan mulai menjadi pacar Dimas tanpa memikirkan perasaanku, sahabatnya sendiri. “Iya aku mau” Jawab Ririn. Aku yang mendengarkan jawaban Ririn langsung kaget dan keluar dari balik pohon, karena aku tak menyangka sahabatku akan tega melakukan hal itu. “Rin, kamu pacaran sama Dimas? Selamat ya kamu udah bikin aku sakit hati” Ririn dan Dimas kaget karena aku keluar dari balik pohon secara tiba-tiba dan langsung berkata seperti itu. “Maafin aku win, tapi aku jujur cinta banget sama Dimas” Jawab Ririn. 

“Yaudahlah”, aku pergi meninggalkan Ririn dan Dimas. Aku pergi dengan perasaan campur aduk tidak karuan dan masih berpikir mengapa sahabatnya sendiri tega melakukan hal itu. Padahal Ririn tahu kalau diriku sudah lama mengejar Dimas Maka persahabatanku dengan mereka berdua hancur karena cinta. Disini aku memberi amanat bahwa utamakanlah sahabatmu daripada pacarmu, karena orang yang selalu hadir disaat kamu senang dan susah itu sahabat.

KUNCI SUKSES ITU W BUKAN F


Pagi kini matahari muncul kian menyapa dunia. Seorang gadis bermata empat yang populer dengan kepintarannya. Iya terlahir dari keluarga sederhana, namun di sekolahnya ia selalu mendapatkan peringkat pertama. Semester ini saatnya lomba lomba antar sekolah tingkat kabupaten. Caca selalu mengikuti lomba lomba tersebut dan ia pun selalu meraih juara.  Kini Caca mengikuti lomba menulis cerpen. Teman sekelasnya pun mengikuti lomba Cipta puisi. Saat tiba di sekolah “Ca, liat nih gue outfit gue keren kan.” ucapnya menyombongkan diri. Namun Caca hanya menjawab dengan menatap pakain yang di kenakan Naya. “Penampilan look polos amat ca, mana bisa menang.” cetus Naya. “gaya belum tentu menang tapi usaha Insyaallah membuahkan hasil bagus.” ucap Chacha sekolah menasehati. 

     Setibanya di tempat perlombaan, semua siswa duduk dan menunggu panggilan nomor untuk tampil. Perkelas berbeda jenis perlombaan tergantung mata lombanya. Banyak dari sekolah-sekolah lain yang menampilkan lombanya dengan bagus. Saat melihat siswa lain tampil dengan bagus, Caca merasa semakin tersaingi, dan itulah yang membuatnya semangat. Giliran Caca menampilkan karyanya. Saat nomor urutnya dipanggil semua orang yang melihatnya ragu. Namun, saat Caca bersuara semua orang langsung Terpukau dengan penampilannya yang luar biasa. Caca begitu menghayati cerpennya yang membuat pendengar tersentuh hatinya. Setelah Caca selesai menampilkan cerpennya, penonton menepukkan tangannya dengan meriah. Meskipun gaya pakaiannya biasa saja, tapi penampilan karyanya sungguh luar biasa. 

     Berbeda dengan Naya ia Merasa tersaingi dengan gaya pakaian siswa lain. “Cikh, gue bakal menang dengan gaya pakaian gue.” Gumamnya. Saat nomor urutnya dipanggil ia segera tampil di depan juri. Sebelum Naya, menampilkan karyanya seluruh murid beserta jurinya terpukau dengan gaya pakai Naya. Namun, saat ia menampilkan puisinya dan ternyata puisi yang ia ciptakan kacau. Tiba saatnya pengumuman kejuaraan. Nama pertama yang diumumkan ialah lomba menyanyi Solo. Siswa yang dipanggil naik ke atas panggung menerima penghargaan. Kini saatnya pengumuman lomba Cipta puisi. 
“ juara Cipta puisi peringkat ke-3 di menangkan oleh Nadin dari SMP 2 Jakarta. Juara Cipta puisi peringkat ke-2 di menangkan oleh Adzam dari SMP 1 Jakarta. Dan juara pertama diraih oleh..” Raut wajah Naya terlihat yakin akan kejuaraan pertama berpihak kepadanya, namunsaat nyatanya.. “ diraih oleh Salsa dari SMP 4 Jakarta. Naya terlihat kecewa dengan harapannya. 

    `Saatnya kejuaraan menulis cerpen. Caca terus berdoa agar dirinya mendapatkan juara terbaik. “ Juara menulis cerpen peringkat ke-3 diraih oleh Jihan dari SMP 1 Jakarta. Juara menulis cerpen peringkat kedua diperoleh oleh Hisyam dari SMP 7 Jakarta.” Deg, suasana hati Caca berdebar semakin kencang dan suara bisikan doanya pun semakin menjerit. “ Juara menulis cerpen tingkat pertama diraih oleh Caca dari SMP 5 Jakarta. Saat namanya terpanggil Caca terharu akan kejuaraannya. 

“Alhamdulillah ya Allah.. “ gumamnya mengucap syukur. Segeralah Caca naik ke atas panggung dan menerima penghargaan nya dengan senang hati.  Kunci sukses itu usaha bukan gaya. Ingat! Sukses itu tak perlu kaya dan tak perlu bergaya, namun yang diperlukan ialah tekad yang kuat, usaha tak kenal menyerah dan diiringi dengan doa.   

Nah, itulah Cerpen Persahabatan, Cinta dan Kesuksesan dari SUARA SASTRA.
Semoga Bermanfaat
Salam