Kumpulan Cerpen Pendidikan Inspiratif Membentuk Karakter

SUARA SASTRA - Kumpulan Cerpen Pendidikan Inspiratif Membentuk Karakter - Teman - teman yang berbahagia, puji syukur kami panjatkan kepada Alloh Yang Maha Esa. Pada kesempatan kali ini SUARA SASTRA akan berbagi kembali sebuah cerita pendek  penuh makna dan inspiratif  yang dikemas dalam Kumpulan Cerpen Pendidikan Inspiratif Membentuk Karakter. Dalam Kumpulan Cerpen Pendidikan Inspiratif Membentuk Karakter ini berisi beberapa kisah yang dapat kita petik hikmah untuk kehidupan kita. 

Kumpulan Cerpen Pendidikan Inspiratif Membentuk Karakter
Kumpulan Cerpen Pendidikan Inspiratif Membentuk Karakter 


BILANG DULU SEBELUM PINJAM

Di suatu sekolah, ada anak bernama Doni. Doni adalah anak TK besar dan sering membuat Bu gurumarah. Karena sering membuat Bu guru marah, Doni sering dipanggil tetapi tidak dimarahi. Doni sering meminta maaf atas kesalahannya. Dia juga sering membuat teman-teman menangis. Beberapa barang juga diambil oleh Doni. Doni juga terkenal sering kabur-kaburan. Pada suatu hari saat pulang sekolah. Doni belum dijemput oleh ibunya. Kalau belum dijemput, maka belum boleh pulang. Tetapi Doni sering berlari dan bersembunyi. Doni menghindari Bu guru dan selalu berkeliling halamansekolah yang luas.Seperti biasanya, Bu guru mencari Doni ke setiap sudut ruangan. Namun, Doni tidakditemukan. Biasanya Doni bermain di taman. Begitu Bu guru ke sana, Doni tidak ada.Akhirnya Bu guru pun kelelahan dan ia istirahat di aula. Suasana segar dari angin yang keluar dari kipas membuat Bu guru tidak menyadari kalau Doni ada di sana.“Bu guru!”. Doni menghampiri ke arah Bu guru dan memeluknya.“Doni kamu dari mana saja? Ibu cari kamu ternyata ada di sini?. Ucap Bu guru.“Iya Bu, soalnya aku masih menunggu jemputan ibu”. Jawab Doni.

    Setelah itu, Doni dan Ibu guru pun ke ruang tunggu penjemputan dan Doni bermain beberapa puzzle. Doni sangat suka bermain puzzle terlebih puzzle panda milik Humaira. Humaira juga belum pulang, masih menunggu jemputan. Tidak lama Doni dijemput oleh ibunya. Tinggal Humaira dan beberapa teman lainnya. Mereka masih bermain beberapa mainan. Tidak lama kemudian Humaira dijemput. Humaira lalu membereskan mainannya. Namun Humaira mulai bulak-balik ke sana ke mari, lalu tidak lama kemudian ia menangis.“Panda Dede nggak ada...”. Ucap Humaira sambil menangis.“Panda yang mana?”. Tanya Bu guru. Tapi Humaira semakin kencang tangisannya.“Itu Bu, tadi Humaira bawa puzzle panda. Tapi puzzlenya dipinjam sama Doni”. Ucap Aurel Bu guru pun bertanya “Sama Doni puzzlenya ditaruh di mana?”.“Nggak tahu”. Jawab Aurel.


Pada akhirnya semua yang ada di ruangan mencari puzzlenya Humaira yang bergambar panda, tetapi tidak ditemukan. Akhirnya, Bu guru pun menghubungi ibunya Doni.“Oh iya Bu, maaf ya puzzlenya ke bawa sama Doni. Nanti segera saya antarkan”. Ucap ibunya Doni dari telepon. Menunggu hingga setengah jam, Doni dan ibunya datang dari arah gerbang.


Akhirnya Doni pun mengembalikan puzzle milik Humaira yang sudah mulai berhenti menangis. “Doni, kenapa kamu bawa puzzle Humaira?”. Tanya Bu guru. “Anu itu Bu, aku nggak tahu puzzlenya tiba-tiba ada di tasku”. Jawab Doni.“Doni kamu harus minta maaf sama Humaira”. Ucap Aurel.“Kenapa aku harus minta maaf ? Kan puzzlenya sudah aku kembalikan ?”“Soalnya kamu udah bikin Humaira nangis. Iyakan Bu?”.“Nggak mau!”. Doni melipat tangannya dan membuang muka dari Humaira.“Doni, ayo minta maaf nak”. Ucap ibunya.Sekali lagi, dibujuknya Doni untuk minta maaf. Akhirnya, mau tidak mau Doni pun luluh juga meski masih sedikit kelihatan sewot.“Iya-iya! Aku minta maaf! Tapi besok aku pinjam lagi ya!”. Ucap Doni.“T-tapi kalo mau pinjam bilang dulu, Doni.”. Jawab Aurel.


 Setelah kejadian di hari itu, keesokan harinya Doni pun selalu bilang saat akan meminjam barang. Bukan hanya itu saja, Doni juga lebih hati-hati dalam bertindak sehingga tidak melukai hati teman-temannya.Dengan begitu, Doni pun menjadi punya banyak teman. Sekarang teman-temannya sudah tidak takut lagi saat bergaul dengan Doni. Berbeda pada saat dulu, pasti banyak yang takut dekat dengan Doni karena Doni terkenal nakal.Mereka juga kebanyakan menjauh supaya bisa menghindari barang-barangnya hilang karena dicuri oleh Doni. Namun, karena sudah meminta maaf sama Humaira, keesokan harinya Aurel bilang ke teman-temannya kalau Doni sudah menjadi baik.Meski beberapa teman masih ada yang takut, Aurel tetap meyakinkannya supaya mau berteman baik dengan Doni. Pada akhirnya semua teman-temannya jadi mau bergaul dan bergabung dengan Doni.

 KEHIDUPAN

Laska adalah seorang siswa di salah-satu SMP favorit di Surabaya,setiap hari ia bertemu denganku di sekolah .Suatu hari di sekolah menjelang sore,dia bercerita kepadaku tentang masalah hidupnya. Dia berfikir kalau orang-orang selalu terlihat bahagia terlepas dari masalah hidupnya.Mereka terlihat seperti tidak punya beban masalah dalam hidup mereka.  “Rio, kok gw aneh ya sering banget ngerasa hidup orang-orang tuh baik-baik aja gitu, kayak gaada beban hidup.Beda banget sama kehidupan gw yang rasanyatuh banyak banget beban hidup,dan gw nya juga gak ngerasa sedikitpun rasa bahagia.”Kata Laska waktu itu. Pada waktu itu juga aku mengatakan kepada Laska bahwa setiap orang pasti mempunyai masalah hidupnya masing-masing.Dan masalah itupun di setiap orang-orang pasti berbeda-beda.Jika bebanmu terus saja di bandingkan dengan milik orang lain percayalah semua itu pasti akan jauh menjadi lebih berat. Yang selama ini dipikirkan oleh Laska tetang orang-orang tidak semuanya benar.Padahal dia sendiri tidak tau bagaimana kondisi sebenarnya dari orang lain yang meurutnya selalu baik-baik saja.Bisa saja mereka menyembunyikan rasa sakit dari masalah mereka sendiri dari orang-orang sehingga dia terlihat baik baik saja .Dan bisa saja mereka juga sedang mencoba menenangkan diri mereka karna telah melewati masa-masa terberat didalam hidupnya.

     Setelah itu ia hanya merenungi dan memikirkan apa yang aku katakan.Meskipun terkadang menasehati orang lain tidak semudah menasehati diri sendiri.Waktu dulu juga aku pernah merakasan seperti di posisi Laska saat ini.Pada waktu itu juga ada yang menasehati aku bahwa Tuhan selalu memberikan ujian kepada kita sesuai kemampuang masing-masing orang,dan respon orang-orangpun pasti berbeda-beda,ada yang menerima serta menjalaninya dan ada juga yang merasa dibebani. “Tuhan tahu seberapa kuat kita dalam menghadapi masalah,dan kalau soal porsi jangan ditanya lagi ya,kita tau bahwa Tuhan itu Maha adil bukan?” ujar seseorang kepadaku.Dan pada saat itu juga aku mulai intropeksi diri perihal diriku sendiri.Aku berusaha untuk mencoba menyelesaikan masalah ku dengan hati yang lapang.Karena dengan begitu aku bisa menjadi lebih bahagia,aku tidak perlu lagi membandingkan diriku dengan orang lain. Aku hanya perlu membandingkan diriku dengan aku yang kemarin.Tuhan itu selalu tau seberapa kuat kita dalam menghadapi masalah yang ia berikan.Dan pastinya ujian atau masalah yang ia berikan selalu sesuai dengan kemampuan orang-orang.Kita hanya perlu menjalaninya dengan hati yang lapang, dan terus berdoa kepada tuhan agar diberikan kemudahan.


BELAJAR DARI YANG TAK DIAJARI

Pagi itu Sindi yang sedang sarapan dengan tenang tiba-tiba tersedak karena melihat jam sudah pukul 6.45 WIB. Sindi bergegas menyelesaikan makannya dan langsung pergi ke sekolah dengan mengendarai sepedanya. Untungnya gerbang sekolah belum ditutup, dan Sindi segera masuk dan memarkirkan sepedanya itu diparkiran khusus sepeda.Lalu Sindi berjalan masuk ke kelasnya dengan rasa tenang dan lega karena ia tidak telat datang ke sekolah nya, namun sayangnya ia lupa membawa tugas rumahnya (PR) dan tak lama bel berbunyi dan guru pun datang ke kelas. Kemudian Sindi dan beberapa siswa lainya yang tidak mengerjakan PR itu pun dihukum untuk membersihkan ruangan kesenian sampai bersih yang ada disamping kelas IX-G.

Sindi juga dibantu oleh mang Ucup yaitu pengurus sekolah. Semuanya sudah beres dan ruang kesenian pun bersih dan mereka hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk membersihkannya karena mereka semua bekerja sama dengan baik. Lalu Sindi dan teman temannya pergi ke kantin untuk melepas lelahnya, dengan membeli minuman segar. Mereka duduk bersebelahan dengan bangku mang Ucup. Sindi melirik mang Ucup yang sedang makan siang yang sepertinya ia merasa sangat kelelahan.Namanya adalah Pak ihksan, tapi anak anak sering memanggil nya dengan sebutan "Mang Ucup" entah lah aku tak tau siapa pencetus panggilan tersebut. Dia sangat rajin dan sangat populer di SMP 15 karena ramah dan akrab, khusus nya dengan murid kelas IX . Pernah suatu ketika ia menceritakan padaku dan teman temanku tentang dia sewaktu dulu."Dulu mang Ucup juga pernah sekolah seperti kalian. Tapi mang Ucup tidak bisa melanjutkan hingga selesai, karena orang tua mamang meninggal mamang ga punya uang kemudian mamang memutuskan untuk berhenti sekolah dan mencari pekerjaan" ujar mang Ucup senyum menutupi."Kalian, harus memanfaatkan kesempatan kalian untuk mengais ilmu disini" sambungnya.

Dia kemudian melanjutkan ceritanya itu. Ternyata dirumah dia menyiapkan perpustakaan mini untuk para tetangganya yang ingin sekolah namun terkendala oleh masalah ekonomi. Aku pun sangat kagum dengan perjuangan mang Ucup. Ditengah biaya hidup yang semakin susah, kulit yang semakin keriput serta rambut yang kian memutih, dia masih bisa membantu orang orang disekitarnya. Dari kisah tersebut kita belajar bahwa sesulit apapun kita tidak boleh menyerah dan terus bersemangat menjalani hidup, dan jangan pernah sia-siakan kesempatan karena aja sejuta orang yang menginginkan posisi tersebut.

KEHIDUPANKU DI SAAT PANDEMI


Aku adalah seorang siswa smp biasa, tiggal di keluarga yang bahagia dan terbilang sangat sederhana setiap hari di pagi hari aku naik angkutan umum menuju 

sekolah dan pulang dengan berjalan kaki di sore hari. Di sekola aku mempunyai banyak teman dan juga banyak tugas... rasanya terkadang aku ingin berlibur panjang dari sekolah.Singkat cerita pada suatu hari setelah aku melalui ujian kenaikan kelas, ada kabar pemberitahuan bahwa sekolah libur selama 2 minggu dikarenakan terdapat virus baru yang berbahaya bernama covid 19 dari wuhan china awalnya aku senang dan tidak peduli dengan kabar tersebut karena aku bisa dirumah dan bersantai tanpa meghawatirkan tugas. Senang karena keiginan menjadi kenyataan namun setelah 2 minggu aku dikagetkan dengan kabar pemberitahuan lain bahwa sekolah libur selama 2 minggu lagi akupun mulai mengenal yang namanya belajar online.

Saat itu pelajaran onlinenya via whatsup, ibu guru menjelaskan materi pelajaran dan memberi kami para siswa tugas aku pun mengerjakanya. Hari demi hari aku mulai merasakan effect dari libur dirumah terus menerus diantaranya jam tidur menjadi kacau jadi aku lebih sering bergadang dan selalu merasa kurang energi karena kurang tidur, sulit untuk fokus karena kurangnya tidur, dan yang paling buruk rasa malas dan bosan yang selalu ada. Karena itu aku lebih sering memegang smartphone ku dibandingkan buku ku sebab itu aku sering bolos untuk mengerjakan tugas dan hanya mengisi kehadiranku saja karna rasa malas yang berlibihan dan fokus yang sulit dikendalikan.Setiap hari ku lalui dengan menjelajah internet aku tidak peduli dengan tugas dan perintah sekolah hari demi hari hanyalah libur virus covid 19 terus bertambah parah dan selalu disebut pandemi. Banyak orang tua yang mengeluh nahwa anaknya Berbohong untuk meendapat jaringan internet dengan alasan memngerjakan tugas sekolah dan salah satunya orang tua ku...

Guruku memberi tahu informasi tentang virus covid 19 bahwa virus tersebut muncul di wuhan china dan berasal dari kelelawar di karenakan makanan orang disana yang terbilang seperti tidak ada makanan lain mereka memakan apa saja bahkan seekor anjing walaupun mereka tau bahwa ada banyak makanan lain yang lebih sehat dan kelelawar di kenal penuh bakteri dan virus. Jika seseorang terpapar virus covid 19 ia akan kehilangan indra penciumanya dan flu batuk batuk serta sesak napas dikarenakan virus yang menyerang pernapasan karna hal tesebut semua masyarakat wajib untuk mengunakan masker saat keluar rumah dan berjaga jarak satu sama lain minimal 1 meter juga dilarang untuk berslaman dan harus cuci tangan setelah pulang dari dunia luar dan juga  diwajibkan untuk karantina yaitu berdiam diri di rumah tanpa kemana manaakupun menaati hal tersebut.Keluargaku mulai hawatir dengan ku bagaimana tidak hari ku hanya di kamar mencari makanan dan bermain ponsel dan juga aku sudah berani berbohong hanya demi hal yang kuiginkan yaitu jaringan internet jujur aku benci saat saat tesebut aku sudah bosan untuk hidup dan pikiranku di penuhi hal negatif.

Karna hal tesebut keluargaku membelikan ku beberapa peralatan olahraga utuk membangun imun tubuh agar berjaga diri dari pandemi ini bahkan keluargaku megajaku untuk menanam beberapa sayuran agar waktuku tidak dihabiskan oleh internet dan dialirkan ke hal positif.Pada suatu hari vaksin covid di temukan dan singkatnya sekolah mengadakan vaksinasi aku pun turut serta setelah itu sekolah mengadakan tatap muka dengan protokol yang ketat dan akhirnya aku pun masuk sekolah di sekolah aku di marahi karena aku jarang mengirim tugas yah itu adil... tapi yang lain pun sama aku pun bertanya pada salah satu teman ku dan ia hampir mengalami hal yang sama yah jadi aku tidak sendirian.Pada akhirnya semua akan kembali  normal dan jika ada tugas aku langsung mengerjakanya karna aku tidak mau meningalkan kewajibanku sebagai siswa dan hari hari ku lama kelamaan menjadi normal kuncinya adalah disiplin dan jangan membuang waktu apalagi memikirkan hal negatif. Tapi aku yakin pandemi ini akan segera berakhir.

 Nah, itulah Kumpulan Cerpen Pendidikan Inspiratif Membentuk Karakter dari SUARA SASTRA. Semoga beanr -benar menjadi motivasi dan inspiratif bagi kita.
Terimakasih
Salam 
SUARA SASTRA