Naskah Dramatisasi Puisi Tema Politik

Naskah Dramatisasi Puisi Tema Politik

SUARA SASTRA - Naskah Dramatisasi Puisi Tema Politik. Teman - teman yang berbahagia, pada kesempatan kali ini SUARA SASTRA akan berbagi Naskah Dramatisasi Puisi Tema Politik. Naskah ini dibuat sebagai tugas dan praktikum pengembangan Sastra. Semoga naskah ini juga bisa dijadikan contoh buat teman - teman yang sedang mencari naskah dramatisasi puisi dengan tema politik untuk pementasan atau tugas sekolah.

Naskah Dramatisasi Puisi Tema Politik


ELEGI
 CORRUPTUS
MEMPERSEMBAHKAN

DRAMATISASI PUISI  DEWAN PENGHIANAT RAKYAT
KARYA : SUYONO

KRU:

Produser             : Yuyus Supriatna
Sutradara            : Rifqi Tugabus Subagja
Wakil Sutradara  : Ela Elawati Kameramen   
Lighthing            : Ery Indriani
Penata Artistik    : Dina
Penata Musik      : Suyono
Penulis Skenario : Cucun Mukaromah
Penata Rias         : Sinta Ratnatika, Jiani

PEMERAN :      

DPR                 : Suyono
Warga              : Sinta Ratnatika, Cucun Mukaromah, Jiani Hastiani, EryIndriani
Pembaca Puisi : Dina


DEWAN PENGKHIANAT RAKYAT
Di pundakmu beban kutumpu
Dibahumu raga rakyat disandarkan
Berharap air mata kering Oleh keputusan manismu
Engkau ujung tomxxk Bagi jutaan rakyat jelata
Kaum tua renta yg tak berdaya  Buruh, petani, nelayan, duafa
Paradox Wakil rakyat
Matamu melihat tapi hatimu buta Kakimu melangkah tapi pincang
Lencana negara tak pantas menempel di dadamu
Satu ketokan palu Memupuskan harapan
Tak bisa lagi berjalan lumpuh layu
Dewan perwakilan rakyat
Kini namamu sudah kami ganti Dewan Pengkhianat Rakyat


SINOPSIS :

Berawal dari seseorang yang menyalonkan dirinya menjadi seorang ketua DPR, yang menuai janji-janji manisnya saat berorasi di depan masyarakat. Setelah ia terpilih menjadi ketua DPR, ia lupa akan janji-janji yang diucapkannya pada masyarakat. Masyarakat merasa kesal, karena pada saat masyarakat meminta janji-janji tersebut DPR itu lupa akan siapa yang telah memilihnya hingga ia berada pada posisi tinggi saat ini, tetapi DPR tidak menghiraukan jeritan rakyat.

SKENARIO :

Adegan 1 : Terlihat seorang DPR yang membelakangi rakyat yang menandakan tidak peduli dengan rakyat, dan masuklah rakyat dengan membawa perasaan bingung, kecewa, sedih, dan marah.

Adegan 2 : Kemudian datang seorang wanita paruh baya yang mengeluarkan isi hatinya untuk DPR, rasa sedih, kecewa, kesal dan marah.

Pembaca Puisi : Di pundakmu beban kutumpu Dibahumu raga rakyat disandarkan Berharap air mata kering Oleh keputusan manismu.

Adegan 3 : Selanjutnya DPR angkuh itu meluapkan isi hatinya bahwa ia tidak peduli dengan nasib rakyat yang sekarang ini, dan DPR menghiraukan suara-suara isi hati rakyat.

Pembaca Puisi : Diiringi lagu gugur Wakil rakyat Matamu melihat tapi hatimu buta Kakimu melangkah tapi pincang Lencana negara tak pantas menempel di dadamu Dewan perwakilan rakyat Kini namamu sudah kami ganti Dewan Pengkhianat Rakyat.

Adegan 4 : Rakyat bersedih, menyesal, karena telah memilih orang yang salah untuk menjadi pemimpinnya. Dan rakyat terpaksa harus menjalani hidup mereka dengan kesengsaraan.

Nah, itulah teman - teman Naskah Dramatisasi Puisi Tema Politik dari SUARA SASTRA , Semoga bermanfaat.

Terimakasih
Salam
SUARA SASTRA