Cerpen Remaja Inspiratif - Episode 3 : Ini Buku Siapa ?

Cerpen Remaja Episode 3
" Ini Buku Siapa ? "

SUARA SASTRA - Cerpen Remaja Episode 3 : Ini Buku Siapa ? - Berikut ini adalah cerita pendek yang bersambung. Cerpen ini karya sahabat kita yang dikenal dengan sapa Sabil.

Sebelum membaca episode ini, diharapkan teman - teman sudah membaca episode sebelumnya. Semoga cerpen ini benar - benar menjadi inspirasi dan hiburang bagi teman - teman SUARA SASTRA.
Cerpen Remaja Inspiratif - Episode 3 : Ini Buku Siapa ?
Cerpen Remaja Inspiratif - Episode 3 : Ini Buku Siapa ? - SUARA SASTRA 

INI BUKU SIAPA ?
Karya : Sabil

Langkah awal sangat menentukan bagaimana langkah kedepannya, begitu yang ada pada benak Zidan pada waktu itu, dia benar – benar ingin semua angan dan cita – citanya dapat terwujud di sekolah barunya. Semua Dewan Guru, Kakak – kakak pengrurus OSIS dan seluruh siswa baru sudah siap siaga di lapangan. Dengan nada yang indah, intonasi yang jelas, suara yang lantang dan paras yang begitu menawan  kakak OSIS yang bertugas sebagai protokol memulai kegiatan pembukaan Masa Prientasi Siswa Baru. “ Wah cantiknya kakak itu, semoga aja nanti aku bisa berkenalan dengan kakak itu “ rasa halu Zidan mulai bereaksi.

Pembukaan kegiatan Masa Orientasi Siswa Baru sudah selesai. Setelah kurang lebih sekitar satu jam berdiri di lapangan, Zidan dan siswa baru lainnya kini bisa beristirahat sejenak. “Meskipun hanya 10 menit saja, lumayan lah “ Zidan sedikti menggerutu kepada teman sekelomponya. 
“ Iya, lumayan pegel juga nih kaki “ Rosyid menambahkan. Sambil duduk santai meredakan rasa lelah juga, kini keakraban mulai mengisi diantara mereka.

Wildan, kakak OSIS yang bertugas sebagai sekbid kegiatan  sudah kembali ke lapangan. Dia memberikan interuksi “ Mohon perhatian ! Kepada seluruh siswa baru segera berkumpul lagi ke lapangan ! “. Hari semakin panas, waktu menunjukan kurang lebih pukul 10.30. Bebarapa siswa baru mulai merasakan sengatan mentari pagi  menjelang siang. Setelah berkumpul, tugas siwa baru selanjutnya memasuki ruangan dan harus membuat yel – yel dari setiap kelompok.
Suasana kelas berukuran 7 X 9 M sangat ramai. Variasi  lirik dan nada yel- yel tiap kelompok saling berirama. Beberapa game juga ikut mengisi kemeriahan di kelas itu. 
“ Ayo adek – adek ada yang punya game ?, ada yang mau mimpim game ke depan ? “Tanya salah satu kakak OSIS cantik. “. 

Zidan, dengan pengalaman waktu di SD yang masih minim masih sangat ragu untuk mencoba menampilkan diri ke depan. Ia hanya diam sambil menoleh ke teman – teman sekelasnya. Rosyid, teman sekelompoknya Zidan, mulai memberanikan diri, 
“ Saya Kak “ sahutnya. 
“ Ayo ke depan Rosyid ! “. Dengan Wajah yang gugup, Rosyid akhirnya sudah berada di depan teman – temannya. 
Keseruan benar- benar sudah menyihir mereka. Hari pertama Masa Orientasi Siswa baru terasa sangat singkat . Semua siswa baru kembali ke lapangan untuk persiapan shalat dzuhur berjama’ah. Kakak – kakak OSIS sudah berjajar rapi di bagian depan lapang, Zidan bersama yang lainnya juga mengikuti barisan mereka. Mereka berangkat menuju masjid yang letaknya tidak jauh dari lingkungan sekolah. Masjid itu saling berhadapan dengan rumah pak kiyai dan asrama puteri. 

Kegiatan penutup Masa Orientasi Siswa baru di hari pertama akan ditutup dengan kegiatan apel pulang. Kakak – kakak OSIS dan seluruh siswa baru kini sudah berada di lapangan. Terik mentari yang sangat menyengat, kini benar – benar sudah tidak bisa diajak kompromi, sengatannya serasa sampai ke tulang bagian dalam. Seperti kegiatan MOS pada umumnya, sebelum pulang, biasanya para siswa baru dibekali  oleh – oleh tugas yang nantinya harus di bawa dihari selanjutnya. Dan biasanya oleh – oleh yang kakak panitia berikan berupa teka teki yang membuat otak adek – adeknya sedikit pusing. 

“ Tanpa penghormatan umum, bubar barisan jalan ! “ pemimpin upacara menutup dengan interuksinya. Semua siswa baru girang dan berhamburan ke luar lapangan. Ada yang sambil lari, ada yang masih belum selesai dengan sesi perkenalannya, ada juga yang masih sibuk dengan lamunannya, begitu variasi keadaan pada waktu itu. Hanya Zidan, yang tak ada dalam ke 3 variasi itu, dia memilih untuk pulang agak santai. Di penghujung teras kelas, Zidan melihat sesuatu, dia pun segera menghamprinya. Ternyata sesuatu itu adalah benda yang berentuk persegi panjang yang berbalut pelastik ; buku.
 “ Ini punya siapa ya ? “ Zidan bertanya – tanya. 
“ Mungkin aku amanin dulu aja ya “. Jawab dalam hatinya.

Pulang, merupakan keadaan yang sangat ditunggu - tunggu oleh sebagian besar para pelajar, namun tidak dengan Zidan. Rasanya, Zidan masih ingin berlama – lama dan bersama – sama dengan teman barunya. Ditambah dia semakin penasaran dengan benda yang ditemukannya. Hari besok adalah hari yang selalu dinantikan oleh Zidan. 

BERSAMBUNG ...

TENTANG PENULIS
Sabil merupakan nama samaran dari Dana Sabilul huda, lahir di Tasikmalaya 02  Juni 2000. Penulis menempuh pendidikan dimulai dari SDN 2 CINTABODAS ( Lulus tahun 2012 ) Melanjutkan ke MTs SA AL-MUSYRIFAH ( Lulus tahun 2015 ), dan MAS MUARA ( Lulus tahun 2018 ). Pada September 2018 melanjutkan studi pada program studi pendidikan bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Ciamis.
Penulis juga aktif di Dunia Pramuka, beberapa kegiatan dan pelatihan Kepramukaan Tingkat Kabupaten Tasikmalaya sampai tingkat Nasional pernah diikutinya, diantaranya Raimuna Kanira Kabupaten Tasikmlaya tahun 2016, Gladian Pimpinan Satuan Jawa Barat tahun 2017, Raimuna Nasional XI tahun 2017, dan Latihan Search dan Rescue Nasional tahun 2019, Hingga kini penulis aktif dan mengabdikan dirinya Di Gerakan Pramuka MTs SA AL-MUSYRIFAH MUARA.
Saat ini penulis bergiat di Himpunan Mahasiswa prodi Pendidikan bahasa Indonesi Priode 2019 – 2020, dan Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka ( Racana Galuh ). Sebagai bentuk kecintaan  penulis terhadap sastra, salah satunya diwujudkan dengan terbitnya sebuah cerpen.

Demikian, Cerpen Remaja Episode 3 : Ini Buku Siapa ? dari SUARA SASTRA. Kami harap teman - teman berkenan membaca cerita pendek yang lainnya.
Terima kasih